Optimis
dalam kegagalan
Optimis dalam kegagalan
yang dimaksud disisni adalah bukan kegagalan seperti usaha berdagang dan
lain-lain melainkan tetap optimis dalam segala hal
Dalam
segala kompetisi terkadang kegagalan
membuat kita putus harapan dan kurang bahkan tanpa semangat lagi hal semacam
ini adalah hal yang wajar-wajar saja namun berlarut-larut dalam kesedihan juga
merupakan sifat yang melukai diri
sendiri. Kegagalan dan keberhasilan adalah dua
hal yang berjalan beriringan, pemahaman atas romantika kehidupan dimana
susah senang selalu berganti adalah tolak ukur menjadi manusia berkarakter
optimisme seseorang yang menemui kegagalan. tidak ada manusia yang akan senang
selamanya dan tidak ada manusia yang akan susah selamanya hidup ini persis
gelombang lautan. Kita memandang kesenangan ini sama pelihat pelangi selalu
diatas kepala orang tidak pernah diatas kepala kita misalnya saja petani
berkata nelayan hidupnya bagus yang nelayan bilang petani yang bagus padahal
setiap orang punya masalah sendiri-sendiri. Maha sempurna Allah yang
menciptakan sesuatu serba berpasangan dimana ada hidup ada mati, ada kaya ada
miskin, ada lapar ada kenyang, ada suka ada duka, ada sukses ada gagal ini lah
nikmatnya dalam hidup coba hidup ini isinya Cuma ketawa melulu tapi tadak ada
menangis atau perjuangan tidak ada kegagalan Cuma kesuksesan rasanya hidup ini
hambar alias monoton, oleh karena itu dengan adanya kegagalan setiap manusia
harus terus berusaha dan berdoa serta tidak putus asa atas sesuatu yang tidak menyenangkan yang
ditemuinya dalam segala hal.
Akan
sangat menyenangkan kalau segala perbuatan kita dalam berjuang dilandasi atas
keiklasan yang artinya juga keiklasan adalah sumbar optimisme pribadi yang
kokoh, mengapa demikian? Sebagaiman kita maklum bahwa pergeseran moral yang
terus terjadi dinegeri ini menyebabkan orientasi hidup tidak lain adalah
berorientasi pada materi semuanya adalah persoalan perut yang pada akhirnya
melupakan hakikat kita diciptakan. Pribadi yang yang didalam dirinya terkandung
jiwa yang ikhlas akan terhindar dari kecenderungan masyarakat yang orientasi
perjuangannya adalah urusan perut selain itu jiwa yang ikhlas akan terhindar
dari prasangka buruk baik itu kepada sesama manusia, ketentuan Tuhan terhadap
hal yang menurutnya bertentangan dengan perasaannya maupun prasangka buruk pada
diri sendiri berupa kurangnya kepercayaan pada potensi dirinya.
Optimis
dalam kegagalan juga mengandung arti suatu pandangan bahwa perjuangan adalah
proses panjang yang membutuhkan kesabaran, tenaga, pikiran bukan seperti makan
Lombok dimana rasa pedasnya terasa saat dimakan saat itu juga sehingga orang
sering berkata hidup adalah perjuangan
dan perjuangan adalah pengorbanan, artinya takut berkorban tidak usah berjuang
dan klu tidak mau berjuang berhenti hidup saja hehe
Optimis sangat
dibutuhkan oleh pribadi setiap orang dalam kerangka pembangunan bangsa yang
kita cintai ini baik oleh masyarakat,
pemerintah dan segala bidang propesi agar memiliki yang namanya optimis. Bangsa
Indonesia bukan bangsa cengeng dan mental kerupuk melainkan bangsa yang
tahan banting ini dapat kita lihat dari sejarah para pahlawan Negara merebut
kemerdekaan dan segala penderitaan yang
dirasakan oleh para pendahulu kita yang mula-mula zaman kolonialisme dan
imperialisme 3, 5 abad lalu peralihan penjajahan jepang disisni terlihat sikap
optimisme yang membara apakah warisan sikap optimisme dari para pahlawan kita
hanya sebagai cerita saja.
