Sunday, 29 May 2016

Optimis dalam segala hal



Optimis dalam kegagalan







https://www.google.co.id/search?newwindow=1&hl=id&site=imghp&tbm=isch&source=hp&biw=1366&bih=634&q=umk+kendari&oq=umk+kendari&gs_l=img.3...4778.9290.0.9734.11.11.0.0.0.0.195.1236.0j7.7.0....0...1ac.1.64.img..4.7.1225...0j0i30j0i8i30j0i24j0i5i30.NpntZHsgZAU
Optimis dalam kegagalan yang dimaksud disisni adalah bukan kegagalan seperti usaha berdagang dan lain-lain melainkan tetap optimis dalam segala hal
Dalam segala kompetisi terkadang  kegagalan membuat kita putus harapan dan kurang bahkan tanpa semangat lagi hal semacam ini adalah hal yang wajar-wajar saja namun berlarut-larut dalam kesedihan juga merupakan sifat yang  melukai diri sendiri. Kegagalan dan keberhasilan adalah dua  hal yang berjalan beriringan, pemahaman atas romantika kehidupan dimana susah senang selalu berganti adalah tolak ukur menjadi manusia berkarakter optimisme seseorang yang menemui kegagalan. tidak ada manusia yang akan senang selamanya dan tidak ada manusia yang akan susah selamanya hidup ini persis gelombang lautan. Kita memandang kesenangan ini sama pelihat pelangi selalu diatas kepala orang tidak pernah diatas kepala kita misalnya saja petani berkata nelayan hidupnya bagus yang nelayan bilang petani yang bagus padahal setiap orang punya masalah sendiri-sendiri. Maha sempurna Allah yang menciptakan sesuatu serba berpasangan dimana ada hidup ada mati, ada kaya ada miskin, ada lapar ada kenyang, ada suka ada duka, ada sukses ada gagal ini lah nikmatnya dalam hidup coba hidup ini isinya Cuma ketawa melulu tapi tadak ada menangis atau perjuangan tidak ada kegagalan Cuma kesuksesan rasanya hidup ini hambar alias monoton, oleh karena itu dengan adanya kegagalan setiap manusia harus terus berusaha dan berdoa serta tidak putus asa atas  sesuatu yang tidak menyenangkan yang ditemuinya dalam segala hal.

Akan sangat menyenangkan kalau segala perbuatan kita dalam berjuang dilandasi atas keiklasan yang artinya juga keiklasan adalah sumbar optimisme pribadi yang kokoh, mengapa demikian? Sebagaiman kita maklum bahwa pergeseran moral yang terus terjadi dinegeri ini menyebabkan orientasi hidup tidak lain adalah berorientasi pada materi semuanya adalah persoalan perut yang pada akhirnya melupakan hakikat kita diciptakan. Pribadi yang yang didalam dirinya terkandung jiwa yang ikhlas akan terhindar dari kecenderungan masyarakat yang orientasi perjuangannya adalah urusan perut selain itu jiwa yang ikhlas akan terhindar dari prasangka buruk baik itu kepada sesama manusia, ketentuan Tuhan terhadap hal yang menurutnya bertentangan dengan perasaannya maupun prasangka buruk pada diri sendiri berupa kurangnya kepercayaan pada potensi dirinya.

Optimis dalam kegagalan juga mengandung arti suatu pandangan bahwa perjuangan adalah proses panjang yang membutuhkan kesabaran, tenaga, pikiran bukan seperti makan Lombok dimana rasa pedasnya terasa saat dimakan saat itu juga sehingga orang sering berkata hidup adalah  perjuangan dan perjuangan adalah pengorbanan, artinya takut berkorban tidak usah berjuang dan klu tidak mau berjuang berhenti hidup saja hehe

Optimis sangat dibutuhkan oleh pribadi setiap orang dalam kerangka pembangunan bangsa yang kita cintai ini baik  oleh masyarakat, pemerintah dan segala bidang propesi agar memiliki yang namanya optimis. Bangsa Indonesia bukan bangsa  cengeng  dan mental kerupuk melainkan bangsa yang tahan banting ini dapat kita lihat dari sejarah para pahlawan Negara merebut kemerdekaan  dan segala penderitaan yang dirasakan oleh para pendahulu kita yang mula-mula zaman kolonialisme dan imperialisme 3, 5 abad lalu peralihan penjajahan jepang disisni terlihat sikap optimisme yang membara apakah warisan sikap optimisme dari para pahlawan kita hanya sebagai cerita saja.


No comments:

Post a Comment